Not Really Important

k-fashion-korean-fashion-ulzzang-favim-com-347702

Notes:
Aku ga nyuruh kalian baca ya. Cuma ingin nulis-nulis gajelas aja sih ini xD

—-

Huft…

Apa yang perlu aku tulis disini terlebih dahulu? Begitu banyak hal yang memenuhi pikiranku saat ini. Bahkan, aku sendiri tidak mengerti apa saja yang berada di pikiranku itu. Sebenarnya, memang sulit untuk menjelaskan itu semua lewat tulisan ini. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku takut semuanya begitu terlambat.

Jika boleh memilih, aku ingin kembali ke tahun 2012. Tahun dimana aku belum merasakan perasaan jenuh seperti ini. Sepertinya, aku memang benar-benar berada di titik kelabilanku. Saat ini, aku tiba-tiba saja berubah menjadi seseorang yang begitu cengeng. Aku tidak mengerti kenapa aku bisa seperti itu. Tetapi sepertinya itu disebabkan oleh satu hal yang sudah sangat kuyakini.

Itu kau. Kau yang begitu mudah datang dan pergi sesuka hatimu. Aku layaknya sebuah persinggahan keletihan dan keluh kesah dirimu. Setelah kau kembali pada mood terbaikmu, kau kembali melupakanku dan menganggap aku adalah seseorang yang begitu asing bagimu.

Setiap aku berdoa kepada-Nya, tiba-tiba saja aku mengingatmu dan mendoakan yang terbaik untukmu. Dan seketika air mata mengalir dari mataku. Semuanya berjalan begitu cepat sampai-sampai aku tidak menyadarinya sama sekali.

Aku mempunyai dua kata yang ingin aku ucapkan kepadamu dari dulu. Kau mau tahu apa itu? itu adalah ‘aku merindukanmu’ sungguh singkat sekali bukan? Ya tapi kurasa itu bisa mewakilkan segala rasaku kepadamu. Kini, aku sudah memutuskan untuk mencoba melupakanmu. Setidaknya mencoba lebih baik ketimbang hanya terus menunggu kepastian darimu yang sepertinya memang tidak pernah datang itu.

Dan sejak aku mulai bertekad seperti itu, aku tiba-tiba saja berubah menjadi seseorang yang begitu melankolis. Terlalu perasa. Bahkan, aku menjadi sangat mudah menangis karena sesuatu. Payah sekali, kan?

Aku mencoba begitu keras menghindarimu di beberapa tempat yang kuperkirakan akan melihat rupamu. Dan suatu hari aku mencoba cara itu. Dua tempat yang sudah kuperkirakan itu ternyata berhasil. Aku tidak menemuimu. Hatiku terasa lega. Tetapi mataku masih saja melirik ke tempat dimana mungkin kau duduk bersama para temanmu.

Hari sudah menjelang siang, perasaanku yang begitu lega karena belum melihatmu hari itu pun seketika kembali menjadi berat. Mata kita tidak sengaja bertemu saat sebuah keharusan dari faktor luar membuat kita harus kembali saling berdiri berdampingan. Sebuah keringat dingin mengucur dari pelipisku karena kau berdiri tepat di sebelahku.

Jantungku memompa begitu cepat sampai-sampai aku takut kau bisa mendengarnya. Aku sudah berusaha keras menghindarimu, tetapi mengapa sepertinya Tuhan tidak memberiku izin untuk menghindarinya? Aku masih saja terus mempunyai keinginan untuk menatapnya.

Aku merasa gagal. Aku menjadi tidak konsen terhadap apa yang seharusnya kulakukan. Semua hancur. Gagal. Aku kecewa dengan diriku sendiri. Ternyata, kau begitu berarti begitu banyak bagi diriku.

Baiklah, jika memang Tuhan masih belum mengizinkan aku untuk melupakanmu atau setidaknya menghindarimu, maka aku akan memanfaatkan waktuku yang tinggal beberapa bulan lagi untuk melihatmu. Ya memuaskan diriku untuk menghapal segala hal yang ada pada dirimu. Waktuku memang tidak banyak, tapi aku harus bersyukur karena itu.

Semuanya bisa saja terasa sia-sia jika aku menyerah, bukan? Maka, aku akan sebisa mungkin memanfaatkannya. Walaupun itu berarti hanya secara diam-diam. Lebih baik begitu daripada tidak sama sekali, kan? Ya, semoga kau tidak merasa terganggu oleh tingkahku yang saat ini begitu kekanak-kanakkan.

—-

Aaaaaa!!!
apa ini ;-; kenapa aku jadi malah nulis galau kaya gini dan bukannya melanjutkan beberapa utang FFku kepada kalian?!
Maafkan aku~ semua tulisan itu tiba-tiba saja mengalir begitu saja. Aku tidak mengharuskan kalian membaca tulisan gaje ini kok. Aku cuma ingin menuangkan sesuatu di sebuah tulisan kaya gini kok~
yasudah, bye! ^^

Iklan

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s