[Vignette] Too Late

Poster-'Too-Late'

Afina23 (AaAfina) || Park Chanyeol & Secret Girl || Sad , Angst , Hurt

|| Vignette || PG+13 || Enjoy! 🙂

“i know i’m probably much too late, to try and apologize for my mistakes”

***

Kukira akan ada seorang wanita yang lebih baik darinya. Kukira jika aku melihat ke depan dan terus mencari, aku akan menemukan seorang wanita yang lebih baik darinya. Kukira dia bukanlah wanita yang terbaik untukku. Tetapi, semua itu salah. Bahkan aku terus saja menyesali semua perbuatanku waktu itu.

Saat aku mulai berpisah dengannya, mulanya aku sungguh merasa bebas dan yakin bahwa aku akan menemukan seorang wanita yang lebih baik. Beberapa hari setelah hari itu, mungkin 5 hari kemudian, aku mulai merasa kehilangannya. Dia seperti sebuah potongan puzzle kecil di dalam diriku, susah lepas dari bagian hidupku. Dia bagian dari diriku.

Aku merindukannya. Rindu semua pesan dan telponnya yang selalu menghiasi ponselku. Rindu senyuman dan tertawaanya saat bersamaku. Rindu semua yang ada pada dirinya. Bahkan, saat kita bertemu atau tanpa sengaja berpapasan, ia bertingkah seperti sama sekali tidak mengenalku. Seperti tidak ada yang terjadi pada kami sebelum hari itu.

Untuk mengetik kata ‘hai’ saja, keberanianku mulai menciut. Baiklah, sebut saja aku pengecut. Tetapi memang begitu kenyataanya. Aku takut dia hanya melihat pesanku tanpa membalasnya atau lebih parahnya dia tidak membukanya sama sekali.

Sudah 2 minggu sejak hari itu. Aku lebih menyesali perbuatanku saat itu. Kini, di hadapanku, ia tertawa lepas bersawa seorang lelaki lain. Aku terkejut bukan main. Mengapa? Karena sepertinya ia tidak butuh waktu lama untuk melupakanku. Sebenarnya, setelah aku berpisah dengannya, aku berpacaran dengan wanita cantik bernama Yoona. Tetapi itu berbeda. Yoona bukan dia. Dia adalah dia.

Semuanya terus berlangsung begitu saja tanpa kesadaranku. Dia dan lelakinya itu sepertinya sudah merencanakan pernikahan mereka. Bahkan tidak butuh waktu lama untuk mereka untuk menyakini satu sama lain dan beranjak ke jenjang pernikahan. Pernikahan bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Pernikahan itu terjadi karena dua orang saling mencintai satu sama lain dan percaya satu sama lain juga.

Kembali kepada diriku, mengapa aku tidak melakukan itu padanya sebelumnya? Mengapa aku tidak percaya padanya? Mengapa aku tidak mencoba menahan diri akan nafsuku dan mencoba menyakini diriku bahwa dialah yang terbaik? Sial! seperti inikah karma?

Aku yang memintanya untuk berpisah, tetapi kini malah aku yang terkena imbasnya. Aku yang menderita, bukan dia. Aku yang merasa kehilangan, bukan dia. Aku yang terus menyesal telah meninggalkannya, bukan dia.

Penyeselan memang selalu datang diakhir. Dan itu harus menjadi sebuah pelajaran untuk kita agar tidak menyia-nyiakan orang yang sebenarnya begitu berarti untuk hidup kita. Bahkan aku pun mendapatkan pelajaran yang begitu berarti karenanya.

Dia yang telah mengajarkanku agar tidak menyia-nyiakan orang lain nantinya. Dan dia juga yang mengajarkanku bagaimana cinta sejati itu. ah, seharusnya aku berterimakasih padanya. Berkat dia, dulu hidupku lebih berwarna walaupun tidak berwarna seperti saat ini.

Dan aku harus bahagia karenanya. Melihatnya memakai balutan gaun putih panjang, ditambah sepatu kaca dengan corak yang menghiasi gaun panjangnya itu. Membuatku merasa senang sekaligus sakit dalam waktu yang sama. Aku begitu kagum akan kecantikannya dan aku pun merasa sakit karena ternyata bukan aku yang mendampinginya di altar.

Beberapa menit lagi, ia akan sah menjadi istri lelaki yang kuketahui bernama Chen. Bahkan, lelaki itu pun terlihat begitu tampan dengan setelan tuxedo hitam dan celana panjang hitam menghiasi tubuhnya. ah pasangan yang begitu serasi.

Mataku serasa berair saat melihat bibir mereka berdua saling bertautan. Itu menandakan mereka sudah resmi menjadi suami istri. Aku lebih memilih untuk meninggalkan pernikahan itu secepatnya. Setidaknya, aku sudah datang dan menjadi saksi pernikahan mereka. Itu sudah cukup menyakitkanku.

Terimakasih untuk semua yang telah kauajarkan kepadaku selama ini. Kau benar. Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tetapi sebuah kekurangan dan kelebihan jika dipadukan akan menjadi ‘sempurna’. Seharusnya, dulu aku menerima kekuranganmu dan aku memberikan kelebihanku untuk menyempurnakan kita.

Sayang sudah terlambat. Sangat terlambat untuk meminta maaf dan menyesali semua yang telah terjadi. Aku bodoh? Ya aku memang lelaki terbodoh. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu layaknya seorang…. teman mungkin?

Aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku akan berubah. Aku tidak akan menyia-nyiakan seseorang kembali. Jika ada waktu, bisakah kita bertemu di masa depan nanti sambil memperlihatkan anak dan cucu-cucu kita? Kita tidak perlu menceritakan kepada mereka tentang kebodohanku. Aku tidak mau mereka menjadi sepertiku. Menyesali keadaan yang telah terjadi.

Terimakasih sekali lagi, Taeyeon-ah.

END

Lol. Aku kembali mengeluarkan FF kebut semalam. Yang isinya malah curhatan aku lagi tapi Cuma diremak sedikit ceritanya ._. aku ingin nyobain pake sudut pandang si namja eh ternyata memang enak .-. entahlah ini FF berhasil atau ga. Yang penting makasih yang udah mau baca + comment 😉

Iklan

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s