[Series] Memories (Chapter 2)

Poster 'Memories'

Author : Afina23

Cast : – Jessica Jung / SNSD Jessica

– Krystal Jung / F(x) Krystal

– Kim Taeyeon / SNSD Taeyeon

– Tiffany Hwang / SNSD Tiffany

– Xi Luhan / EXO M Luhan

– Byun Baekhyun / EXO K Baekhyun

– Park Chanyeol / EXO K Chanyeol

– DLL

Genre : Angst , Romance , Friendship

Rating : PG+13

Disclaimer : Semua tokoh milik tuhan dan keluarganya. Tapi jalan cerita dan karakter pada masing – masing tokoh murni dari pemikiran saya.

Summary : “dunia sungguh sempit. Sungguh! Tidak seperti yang kubayangkan.”

A/N : buat Poster aku minta maaf karena cukup membosankan dan tidak sebagus poster bikinan artworker – artworker­ disini. jadi maklum aja, tapi kalau ada yang mau bikinin silahkan silahkan aja. #plak

Disarankan jangan marah jika FF ini selalu membuat greget. Karena aku sengaja akan membuat setiap kejadian menjadi misteri(?). hehe~

Warning : Membingungkan sepertinya :]

>>>>>

Jessica mengetuk – ngetuk jarinya di atas meja belajarnya. Semuanya berjalan dengan cepat. Bahkan, ia pun tidak bisa memikirkan apa saja peristiwa yang ia alami hari ini. Jessica mengacak – ngacak rambutnya kasar. Dia begitu bingung sekarang. Entah apa yang ia pikirkan, tetapi sepertinya Jessica memang belum siap untuk bertemu dengan orang itu.

Orang itu tiba – tiba muncul di hadapannya dengan tatapan polosnya dan mengatakan sesuatu yang sulit Jessica percaya. Orang itu berkata, “apa kau sudah lupa denganku, Sooyeon? Aku, Luhan. Xi Luhan.” Memang pertemuan yang cukup singkat. Dan seharusnya Jessica senang karena ia bisa bertemu dengan Luhan, teman lamanya yang selalu tersimpan rapih di memori otaknya.

Tetapi kali ini berbeda, ia hanya bisa membalas pernyataan singkat Luhan dengan senyuman kecilnya. Jessica bahkan tidak mengatakan sepatah kata pun. Apa ini semua karena mereka berdua sudah lama tidak bertemu? Atau ada hal yang mengganjal hati Jessica?

Jessica membanting tubuhnya di kasur sambil menelungkupkan mukanya. Sesekali ia meremas seprai yang menutupi badan kasur itu.

Ceklek..

Pintu kamarnya terbuka. Terlihat Krystal yang menatap Jessica dengan tatapan khawatir. Krystal pun mendekati Jessica lalu duduk di kasurnya dan menyentuh pundaknya pelan. “apa yang terjadi, eonni?”

Pertanyaan singkat Krystal sukses membuat Jessica tersadar dari lamunannya. Jessica pun membalikkan badannya lalu menatap Krystal sendu. Krystal tersenyum tipis melihatnya. Jessica menggeleng pelan dan membuat Krystal mendesah pelan. Selalu saja Jessica menyembunyikan apa yang terjadi dengannya. Tetapi kali ini Krystal tidak mau menanyakan lebih jauh tentang apa yang terjadi dengan Jessica.

“ah iya, apa temanku yang berasal dari China itu sudah bertemu denganmu? Bagaimana menurutmu?” tanya Krystal tiba – tiba. DEG! Tubuh Jessica seketika membeku mendengar perkataan Krystal. Apa Luhan? Xi Luhan yang sedang memenuhi pikirannya itu? semoga saja bukan.

Jessica mengelus tengkuknya. “apa dia Luhan? Xi Luhan?” tanya Jessica memastikan. Krystal mengangguk senang. Senang karena Eonninya sudah bertemu dengan temannya. Krystal menggenggam tangan Jessica.

“apa dia bersikap baik padamu?” tanya Krystal kembali sambil menunjukkan rasa tertariknya. Jessica mendesah pelan. Oh ayolah, apa dunia ini begitu sempit? Semuanya sangat berkaitan satu sama lainnya.

Jessica menarik napas terlebih dahulu kemudian mengelus kepala Krystal. “ne. Dia sungguh namja yang menyenangkan.” Jawab Jessica mencoba terlihat senang akan kedatangan Luhan.

Krystal mengelus dadanya pelan lalu berkata, “syukurlah. Kukira dia akan berbuat yang aneh kepadamu.”

>>>>>>

Jessica duduk di sebuah cafe dengan baju tipis berwarna biru dan celana jeans. Sungguh cocok dengan cuaca yang cukup panas ini. Sesekali ia melirik jam tangannya. Ia menunggu kedatangan seseorang. Seseorang yang memintanya untuk bertemu di cafe ini dan membicarakan suatu hal. Terkadang, ia merasa gelisah akan kedatangan orang itu. Ia takut tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun saking gugupnya atau mungkin ia malah akan membuat orang itu merasa tidak nyaman akan dirinya.

Ting..Tong

Bunyi lonceng yang berada di pintu cafe itu berbunyi. Menandakan mereka kedatangan pelanggan baru. Jessica menatap arah pintu cafe itu terbuka dan munculah seseorang yang tidak ia sangka akan datang ke cafe itu juga. Jessica mendesah pelan saat menyadari bahwa orang itu ternyata menyadari keberadaanya dan mendekat ke arahnya.

Orang itu berdiri di hadapannya sambil memamerkan senyuman bodohnya itu. Oh ayolah, Jessica sangat hafal dengan semua taktik orang itu untuk menarik perhatian seorang yeoja. Jessica tersenyum sinis kearah orang itu. “apa yang kau lakukan? Mencoba menggodaku, eoh?” tanya Jessica sinis.

Orang itu dengan cepat mengubah mimik mukanya dan kembali menatap Jessica dengan tatapan tak kalah sinisnya. “menggodamu? Apa yang membuatmu begitu percaya diri? Kau sungguh bukan tipeku.” Jawab orang itu. Baiklah, Jessica menunjukkan wajah kesalnya. Bukan tipenya, katanya? Oh orang itu mau bermain – main dengannya rupanya.

Jessica menyandarkan punggungnya di kursi lalu kembali menatap orang itu. “lalu apa yang kau lakukan di sini, hm?” tanya Jessica mencoba lebih manis terhadap orang itu yang sudah diketahui bernama Baekhyun. Baekhyun terkekeh pelan.

“apa pun kecuali untuk bertemu denganmu.” Balas Baekhyun sambil mengeluarkan seringaiannya. Jessica mendecak pelan. Ia selalu saja kalah berdebat dengan orang yang berada di hadapannya ini. Dia terlalu pintar rupanya. “ah aku tahu. Kau kesini untuk berkencan dengan yeoja yeoja bodoh itu kan? Tidak berubah rupanya.”

Baekhyun mengepalkan kedua tangannya. Perkataan yang Jessica lontarkan tadi cukup membuatnya kesal. “ah apa kau begitu menyukaiku, Jessica Jung? Lihat! Kau begitu hafal dengan kebiasaanku itu.”

Ketika Jessica akan membalas perkataan Baekhyun, pintu cafe kembali terbuka. Sontak Jessica mengalihkan pandangannya ke arah pintu itu. Terlihat Luhan dengan dandanan coolnya berjalan ke arah Jessica dan Baekhyun. Jessica menghela napas. Bersyukur akan kedatangan Luhan yang akan membuat Baekhyun tidak lagi mengganggunya.

Baekhyun mengikuti arah pandang Jessica dan juga melihat Luhan yang sudah berada dekat dengan mereka. “Annyeonghaseyo! Mianhe, aku terlambat. Apa kau sudah lama menungguku, Sooyeon?” tanya Luhan memecahkan keheningan. Jessica dengan cepat bangkit dari kursinya lalu tersenyum tipis melihat kedatangan Luhan.

Sedangkan Baekhyun, ia hanya terdiam bingung. Sooyeon? Apa hubungan Jessica dan Luhan? Setahunya orang yang bisa memanggil Jessica dengan panggilan nama koreanya hanya orang yang memang–bisa dibilang–dekat dengan Jessica. Namun Luhan? Ia baru saja bertemu dengan Jessica dua hari yang lalu.

Luhan mengalihkan pandangannya dari Jessica dan sekarang menatap Baekhyun yang terdiam menatapnya. “ah kau juga datang rupanya. Apa kau punya janji juga dengan Sooyeon?” tanya Luhan dengan senyuman yang masih menghias di bibirnya. Baekhyun hanya menggeleng menjawabnya lalu pergi meninggalkan Luhan dan Jessica yang terus menatapnya.

Luhan menatap kepergian Baekhyun lalu mengendikkan bahunya. Ia berpaling menatap Jessica lalu tersenyum dengan sangat manis. Jessica dan Luhan duduk sambil menyenderkan bahunya. Luhan duduk di hadapan Jessica sekarang. “ah, apa yang mau kau katakan?” tanya Jessica penasaran.

Luhan mendesah pelan. Tidak menyangka bahwa Jessica tidak mau berbasa – basi sedikitpun dengannya. Luhan menatap Jessica sejenak lalu menarik napas pelan. “aku tidak tahu cara mengungkapkannya. Tapi, aku sungguh merindukanmu.” Jawabnya sambil menunduk–menahan rasa malu.

Jessica yang sedang menyeduh teh yang tadi dipesan olehnya otomatis tersedak karena Luhan mengatakan hal yang tidak dapat ia percaya. Reflek Luhan mengambil tisue lalu memberikannya kepada Jessica. Jessica pun mengelap bibirnya. Luhan mengelus tengkuknya. Suasana canggung mulai merambati tempat mereka.

Jessica berdeham pelan lalu menatap Luhan. “benar, sudah berapa lama kau di Seoul? Kudengar kau menetap di China.” Tanya Jessica memecahkan keheningan. Luhan menatapnya terkejut. “aku baru saja tiba dua hari yang lalu.” Jawab Luhan.

Drrttt..drrrtt

Tiba – tiba saja ponsel Luhan bergetar dan dengan terpaksa mereka harus menghentikan obrolan singkat itu karena sepertinya itu panggil dari orang yang penting. Luhan meminta izin untuk pergi ke toilet dan dibalas dengan anggukan oleh Jessica. Jessica mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Terlihat Baekhyun yang duduk sambil tersenyum manis kepada wanita yang duduk membelakanginya–Baekhyun duduk tepat berada di depan Jessica.

Jessica tersenyum kecut melihatnya. Menggoda lagi? Ah dasar playboy! Terdengar suara tawa yang begitu besar dari yeoja itu–yeoja yang dikencani Baekhyun. Jessica mencoba mengabaikan semua suara dari meja Baekhyun dan yeoja itu, tetapi sayangnya rasa penasarannya malah terus membuatnya ingin mendengarkan suara yang ditimbulkan mereka.

Jessica terus mengayunkan kakinya. Sudah 15 menit Luhan meninggalkannya ke Toilet. Apa yang ia lakukan? Akhirnya ia memutuskan untuk mendengarkan musik di playlist ponselnya dengan menggunakan Headphone.

“Taeyeon-ah! Kau berada di sini juga?” terdengar seruan keras yang sangat familiar di telinga Jessica. Jessica melepaskan Headphonenya yang baru saja terpasang rapi di telinganya. Luhan? Mengapa ia berjalan ke arah meja yang ditempati Baekhyun? Apa urusannya dengan yeoja itu? Well, apa sekarang dia boleh sedikit penasaran kepada yeoja bernama Taeyeon itu?

Jessica reflek bangkit dari kursinya dan menatap Luhan yang terlihat sangat senang bertemu dengan yeoja bernama Taeyeon itu. “oh harusnya aku sudah menyadari bahwa kau duduk tepat di dekatku! Ah ini sebuah kebetulan. Aku sungguh merindukanmu…” kata Luhan antusias sambil memeluk erat Taeyeon.

Jessica memutar kedua bola matanya. Sikap Luhan menyatakan rasa rindunya pada Taeyeon itu sungguh berbeda dengan caranya saat menyatakan rasa rindunya pada Jessica. Bola mata Luhan akhirnya terhenti saat melihat Jessica. Luhan menepuk jidatnya.

“…ah perkenalkan, dia Jung Sooyeon. Teman masa kecilku.” Lanjut Luhan. Jessica dengan cepat berjalan ke arah mereka dan menjulurkan tangannya kepada Taeyeon. Taeyeon terlihat seperti menimang – nimang uluran Jessica, akhirnya ia menjabat tangan Jessica dengan senyumannya–senyuman yang menurut Jessica seperti senyuman yang dipaksakan.

“Taeyeon!”

“Jessica!”

Jessica dan Taeyeon saling memperkenalkan diri mereka masing – masing. Baiklah, terlihat sekali kedua pasang bola mata–mata Taeyeon dan Jessica–itu memancarkan rasa tidak suka. Jessica menatap Luhan , Baekhyun dan Taeyeon secara bergantian. “kurasa aku harus pergi. Luhan, mianheyo. Annyeong!” Jessica memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Menurutnya pertemuan dengan Luhan kali ini cukup sampai sini saja.

Ketika Jessica sudah keluar dari pintu cafe itu secara tiba – tiba tangannya digenggam oleh seseorang. Jessica membalikkan badannya. Terlihat Baekhyun yang menggenggam tangannya sambil terengah – engah. Apa jarak tempat duduk mereka dan pintu cafe begitu jauh? Mengapa dia bisa terengah – engah seperti itu?

“lebih baik, kau kuantar pulang. Hari sudah mulai gelap!”

>>>>

Jessica terus menatap ke luar jendela mobil Baekhyun. Sedangkan Baekhyun terus menatap jalanan yang ada di depannya. Mereka berdua tidak ada yang mengatakan sepatah kata pun. Jessica cukup terkejut sebenarnya saat Baekhyun menggenggam tangannya dan menyuruhnya pulang bersamanya. Jessica mencoba menatap Baekhyun yang masih saja menatap jalanan yang di depannya. Jessica menghela napas pelan. “Gomawo.” Kata Jessica pelan.

Sontak Baekhyun menatapnya bingung. “untuk?” tanyanya. Jessica mendesah pelan. Ia terlalu malu mengatakannya. “hm, karena sudah mengantarku pulang.” Jawab Jessica sedikit enggan. Baekhyun membalasnya dengan anggukan kecilnya lalu kembali fokus kepada jalanan.

Jessica mendecak pelan. Bagaimana bisa semua namja yang ia temui hari ini begitu menyebalkan.

Bebarapa kemudian, mobil mereka terhenti di halaman depan rumah Jessica. Jessica melepaskan sabuk pengamannya lalu mulai beranjak menuruni mobil. Ketika salah satu kaki Jessica sudah menuruni mobil. Tangannya kembali ditarik oleh Baekhyun. Jessica menoleh ke arah Baekhyun. Meminta penjelasan mengapa dia menahannya untuk pulang ke rumahnya.

Baekhyun menarik napas pelan lalu menatap Jessica dalam – dalam. Yeoja mana yang tidak akan tertarik dengan mata seorang Byun Baekhyun? Mungkin, Jessica pun sepertinya sudah mulai menyukai kedua bola mata yang menatapnya hangat itu.

“kau… apakah kau menyukai Luhan?”

>>>>>

Luhan menatap punggung Jessica yang semakin menghilang dari pandangannya. Dia bingung kenapa tiba – tiba Jessica memutuskan untuk pulang. Bahkan dia sendiri belum sempat mengatakan suatu hal padanya. Luhan menghela napas keras. Baekhyun menatapnya tajam. Entah sejak kapan, Baekhyun sudah berjalan menyusul Jessica.

Luhan terdiam menatapnya. Mengapa ia pun tidak menyusul Jessica tadi? Mengapa ia malah terdiam melihatnya pergi? dan oh! Baekhyun pun menggenggam tangan Jessica. Luhan mengepalkan kedua tangannya. Pemandangan yang berada tidak jauh dari tempatnya itu membuatnya kesal.

Ia terlihat bodoh sekarang. Taeyeon menggerak – gerakkan kedua tangannya di depan wajah Luhan. Luhan mengerjap pelan. Ia tersadar bahwa ada Taeyeon di sampingnya. Baiklah, ini lebih baik daripada  ia harus sendirian di cafe itu.

Mereka pun akhirnya terdiam di kursinya masing – masing. Taeyeon menatap Luhan dengan tatapan yang sulit diartikan. “Luhan-ah­, apa kau menyukai yeoja itu? jika iya, mulai besok dan seterusnya pastikan dia berada jauh dari Baekhyun.” Kata Taeyeon tiba – tiba. Luhan menatapnya terkejut. Berada jauh? Luhan menaikkan sebelah alisnya bingung.

Taeyeon membuang wajahnya lalu menarik napas dalam – dalam. “kurasa, Baekhyun menyukai yeoja bernama Jessica itu.” Reflek Luhan membulatkan kedua matanya tidak percaya. “dan… aku pun menyukainya–Baekhyun.”

>>>>

Baekhyun mengacak kepalanya. Dia merasa bodoh karena menanyakan hal yang aneh pada Jessica. Apa yang terjadi dengan otaknya? Sejak tadi otaknya dipenuhi firasat – firasat buruk. Bagaimana jika Jessica pun menyukai Luhan? Bagamaina jika Luhan menyatakan perasaannya? Bagaimana jika Jessica menerimanya? Lalu bagaimana dengan dirinya? Apa dirinya akan menyerah untuk mendapatkan Jessica?

Deg!

Reflek tubuhnya membeku saat dia memikirkan kata ‘mendapatkan Jessica’. Oh ayolah! Apa dia mulai menyukai yeoja aneh itu? Rasanya tidak mungkin jika seorang playboy yang bisa mendapatkan yeoja yang ia mau malah menyukai yeoja yang sama sekali bukan termasuk salah satu kriterianya. Baekhyun mendesah pelan.

Tok tok tok!

Terdengar pintu kamarnya berbunyi. Baekhyun melirik pintu kamarnya yang masih diketuk itu. Akhirnya ia menyerukan kata ‘masuk’. Mengizinkan orang itu masuk ke kamarnya.

Terlihat kakak perempuannya itu menatap Baekhyun sambil bersandar di daun pintu. Sebut saja dia Sunny. “Hey! Lihat, dirimu sungguh menyedihkan. Sedang jatuh cinta, eoh?” tanyanya curiga. Baekhyun spontan menatap kakaknya dengan tajam. Jatuh cinta? Jangan bercanda. Ini sungguh tidak lucu.

Sunny terkekeh pelan. “tidak usah terus mengelak. Wajahmu mengatakan segalanya. Lalu, siapa yeoja yang bisa menaklukan namja bodoh sepertimu?” tanya Sunny sambil mendekat ke arah Baekhyun. Baekhyun mengepalkan tangannya. Demi Tuhan! Jika kakaknya datang ke kamarnya malah membuatnya semakin terlihat menyedihkan, lebih baik dia tidak usah mengizinkannya masuk.

Noona, apa kau kesini hanya untuk mengejekku?” tanya Baekhyun akhirnya. Sunny mengangkat kedua bahunya lalu berbaring di kasur Baekhyun.

“sebut saja nama yeoja itu! apa dia salah satu yeoja yang selalu kaukencani, hm?” tanya Sunny tanpa mengacuhkan perkataan Baekhyun. Baekhyun mendesah pelan lalu bangkit dari kasurnya dan berdiri menghadap jendela.

“kurasa tidak.”

>>>>

Jessica memakan sarapan paginya dengan lambat. Sebut saja ia makan dengan sedikit melamun. Krystal mendecak kesal melihat tingkah laku kakaknya. Ia melirik jam dinding. Baiklah ini sudah 20 menit kakaknya itu makan dan belum menghabiskan apapun di piringnya.

Tett! Tett! Tett!

Terdengar klakson motor yang terasa asing di telinga Krystal. Ia melongok sedikit ke luar jendela. Terlihat sebuah motor berwarna putih terparkir di depan rumahnya. Spontan Krystal membulatkan matanya saat mengetahui orang yang mengendarai motor itu.

Dengan cepat, ia membuka pintunya dan terpampanglah namja berambut blonde itu menatapnya sambil tersenyum. Krystal menganga melihatnya. “kau? Kau mengetahui rumahku? Ayolah, aku harus sekolah sekarang.” Desah Krystal melihat namja itu. Namja itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“ah bukan. Aku ingin bertemu Eonnimu. Kurasa kemarin aku membuatnya kesal dan mungkin sekalian aku akan menjemputnya ke Sekolah.” jawab orang itu dengan Senyuman kecut di bibirnya. Krystal terdiam. Eonni? Dan orang ini? Apa hubungan mereka?

Jessica berjalan ke arah Krystal dengan wajah sedikit ditekuk. Dia pun mengadahkan kepalanya dan melihat orang yang sangat dikenalinya.

“Ka-kau?”

-TBC-

Ini aku mencoba menulis gaya tulis FF seperti penulis penulis handal di blog ini ._. dan jadinya malah gini. Sedikit membingungkan kah? Setiap pindah tempat kejadian aku selalu ngeberhentiin di kalimat yang cukup membuat penasaran jadi jangan aneh bacanya. Dan aku juga minta maaf karena jalan ceritanya sedikit campur campur. Aku dilarang buka laptop selama beberapa hari karena akan banyak TO menanti T_T aaa~

Dan aku pun lagi niat bikin 9 OneShoot atau Drabble dengan Maincast member SNSD dan EXO pastinya. Tapi aku bakal pasangin dengan acak. Kenapa? Karena mungkin disini bakal ada yang bosen karena pairingnya itu – itu aja. So? Tunggu aja ya 😉

Iklan

12 pemikiran pada “[Series] Memories (Chapter 2)

  1. Thoooooor, lanjuuut doong. Ini ceritanya daebak banget, penasaran sama hubungannya hunhansic niiih ya ampuuun kyaaaaa lanjut segera ya thor jebaaaal

Comment Please ^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s